Pimpinan yang Mendukung

Ini adalah kelanjutan ceritaku sebelumnya. Nasihat pimpinan yang mendukung juga mengajariku ketika diawal bekerja pada perusahaan konveksi pakaian seragam. Sukacitaku ketika masuk kerja dan mendapat pesanan dalam jumlah yang besar. Saya lanjutkan ya.

Saya sudah sering menang untuk proyek pengadaan dengan nilai nominal nya yang tidak begitu besar. Tapi saya baru kali ini menghadapi proyek besar baru kali ini. Makanya saya merasa tidak percaya diri.

Kemudian ke enam perwakilan konveksi dipersilahkan kembali ke perusahaan masing-masing. Ada satu pesan dari juru bicaranya, “Hasilnya akan diberitahu melalui telepon kepada salah satu dari keenam perusahaan konveksi yang datang hari ini. Tunggu dalam waktu satu minggu dan akan ada keputusan siapa yang akan mereka pilih. Ketika sudah ada yang dipilih maka akan kami hubungi. Dan jika dalam satu minggu ini kami tidak telepon perusahaan anda, berarti anda tidak terpilh untuk memenangkan proyek pengadaan pakaian seragam perusahaan kami.” Akhir kata, manajer perusahaan tersebut mengucapkan banyak terimakasih karena sudah mau datang menerima undangan mereka.

Ketika saya kembali ke kantor, Bos saya langsung memanggil saya ke ruangan kerjanya. Beliau menanyakan bagaimana peristiwa dan keadaan selama presentasi. Saya menceritakan semua apa adanya.

Beliau memuji saya dan mengapresiasi saya dengan mengatakan kamu sudah melakukan yang terbaik. Ia menyalami serta menepuk pundak saya serta berkata, “Bagus, bagus. Kamu sudah naik level. Bisa memenangkan proyek yang lebih besar.” Saya tidak tahu Bos saya sudah berkata kalau perusahaan kami sudah menang. Padahal belum ada pengumuman kalau konveksi kami yang terpilih.

Konveksi Seragam
Kepemimpinan mempengaruhi suasana kerja

Saya pribadi langsung mengucapkan terimakasih banyak kepada pimpinan buat nasihat yang beliau berikan sebelum saya maju presentasi. Mengaminkan dalam hati juga kalau kami sudah mendapatkan proyek tersebut. Beliau sungguh seorang pimpinan yang mendukung bawahan untuk maju dan berkembang.

Selama seminggu saya berdoa terus siang dan malam kepada TUHAN, agar perusahaan konveksi kami yang terpilih. Setiap kali telepon kantor berdering selama satu kinggu ini, hati dan jantung saya berdegup lebih cepat. Karena sedang menanti-nantikan telepon dari perusahaan besar.

Tibalah hari jumat sekitar jam 2 siang, telepon berbunyi. Kebetulan Bos saya yang langsung terima dan telepon itulah yang saya tunggu. Setelah selesai bicara ditelpon, Bos langsung memanggil saya ke ruangan kerjanya. Beliau menyalami dan memberi selamat.

“Kamu memenangkan proyek nya. Selamat yah”, kata Bos. Saya langsung spontan berteriak dan berseru : Terima kasih TUHAN. Mengucapkan terimakasih banyak kepada Pimpinan.

Setelah saya memenangkan proyek itu, barulah saya mengerti. Kalau pada saat presentasi kita sudah membuat customer nya puas , itu sudah 80% potensi kita yang akan memenangkan proyek tersebut.

Dari penjelasan ke Bos, beliau sudah bisa menyimpulkan kalau perusahaan kami akan mendapatkan proyek tersebut. Maklumlah yah , karena beliau sudah banyak pengalamaan untuk memenangkan proyek besar. Jadi itu merupakan hal lumrah bagi beliau, bisa menilai dan menyimpulkannya.

Setelah saya mendapatkan proyek besar tersebut Beliau semakin membekali saya dengan ilmu-ilmu marketing yang lebih tinggi lagi. Saya sungguh berterimakasih banyak buat ilmu yang Beliau ajarkan kepada saya.

Sekarang saya bekerja di sebuah perusahaan konveksi pakaian seragam juga bernama Perkasa Mulia Konveksi. Perusahaan konveksi yang sudah berdiri selama 12 tahun. Perusahaan kami juga memproduksi pakaian seragam kerja, kantor, lapangan, pabrik. Produk berkualitas, Penjahit berpengalaman. Hubungi saya Liliana +62 813-9965-7537

Siapapun anda, bila menjadi seorang atasan. Jadilah seorang atasan dan pimpinan yang mendukung. Jangan hanya menjadi Bos.

Nasihat Bos Konveksi Seragam Buatku Lebih Percaya Diri

Tulisan ini adalah kisahku. Tentang nasihat Bos konveksi seragam yang membuatku lebih percaya diri. Saya yang awam dan belum berpengalaman, menjadi lebih mengerti dan terampil.

Mendapatkan pekerjaan bagi seorang perantau atau seorang pengangguran di Ibukota Jakarta, adalah seumpama seperti pencari harta karun. Yang mendapatkan harta karun emas atau barang berharga, setelah sekian lama mencarinya.

Setiap perantau sangat mengidam-idamkan dan memimpikan untuk cepat mendapat pekerjaan setelah sampai di Jakarta. Karena hal itu merupakan tujuan utama seorang perantau yang ingin menetap tinggal di Jakarta.

Karena begitu banyak perantau yang berasal dari daerah. Setelah sampai di Jakarta dan tinggal beberapa lama, masih menjadi penganguran dan belum mempunyai penghasilan. Belum punya pekerjaan,  baik itu yang berpendidikan tinggi ( S1, S2 ) , maupun yang berpendidikan rendah ( SD, SMP, SMA).

Untuk mendapatkan pekerjaan di Jakarta tidaklah semudah yang kita pikirkan. Karena tidak mudah mendapat pekerjaan jika level pendidikan akhirmu rendah dan tidak punya pengalamaan kerja.  Bila  tidak mempunyai kenalan atau saudara yang berpengaruh di dalam suatu perusahaan maka akan susahlah untuk mendapatkan pekerjaan di Jakarta.

Karena kebanyakan yang diterima kerja adalah orang – orang yang paling rendah lulusan  SMA dan S1, tapi yang sudah ada Pengalamaan kerja.  Saya pribadi sangat bersyukur kepada TUHAN. Karena termasuk cepat mendapat pekerjaan di Kota Jakarta ini.

Saya mendapat pekerjaan di salah satu perusahaan yang bergerak dibidang konveksi seragam. Perusahaan ini memproduksi seragam kemeja, celana dan kaos. Nilai plus lagi yaitu saya memiliki pimpinan yang baik hati, pintar dan bijaksana.

Pimpinan saya merupakan lulusan S1 dari salah satu University USA ( Amerika Serikat).  Orangnya rendah hati, tidak arogan dan tidak sombong. Saya pribadi sangat bersyukur punya atasan seperti beliau.

Banyak hal yang saya dapat belajar dari beliau. Salah satunya adalah belajar untuk menjadi marketing yang bagus.  Cara untuk mendapatkan hati pelanggan.

Bagaimana cara berbicara , sopan santun dengan pelanggan.  Beliau mengajari strategi negosiasi harga yaitu kapan saatnya kita harus naikkan harga, kemudian kita harus turun harga bertahap dan kapan saatnya kita harus mempertimbangkan  mempertahankan harga penawaran seragam atau baju tersebut.

Strategi membuat surat penawaran harga, dan cara mengenali sifat atau karakter calon pelanggan kita. Beliau termasuk yang saya anggap sebagai Guru saya. Yang mana ia tidak pelit untuk membagikan ilmunya kepada bawahannya atau karyawannya.

Oleh karena Beliau lah saya bisa menjadi seorang marketing yang cakap dan percaya diri.

Saya pernah mengalami tidak percaya diri ketika untuk pertama kali nya saya mau mendapatkan proyek yang bernilai besar. Pada saat saya mendatangi perusahaan target yang gedung kantornya cukup luas dan besar yang mengundang beberapa perusahaan untuk presentasi untuk kebutuhan seragam mereka.

Yang di panggil untuk lelang proyek itu ada lima (5) perusahaan konveksi seragam yang sudah terkenal. Kami adalah perusahaan yang ke enam.  Ketika saya mengetahui yang mau melakukan presentasi adalah pimpinan konveksi nya langsung, maka saya mulai ciut.

Saya mulai tidak percaya diri. Rata – rata mereka lulusan S1. Sedangkan saya hanya lulisan SMA. Jadi saya berpikir sudahlah tidak mungkin ini saya dapat proyek ini.

Secara lawan saya jauh lebih hebat dan lebih berpengalaman dari saya. Tiba waktu mulai dipangil satu-satu setiap perusahaan konveksi untuk presentasi dan mengenalkan konveksi dan  sistim produksi.

Saya semakin ketakutan untuk maju presentasi. Hampir saya memutuskan langsung mundur aja dan kalah sebelum berperang. Tapi hati nurani saya mengingatkan saya untuk jangan mengambil keputusan untuk mundur.

TUHAN mengingatkan saya untuk menghubungi Bos saya. Ketika saya hubungi atasan, Beliau menasehati, menguatkan, dan membuat saya untuk lebih percaya diri. Tetap maju, lakukan semaksimal yang saya bisa.

Urusan hasilnya serahkan pada TUHAN, itu kata Bos saya. Akhirnya saya mulai pergi ke toilet.  Sebentar saya berdoa kepada TUHAN.

Saya menyemangati diri sendiri dan memperkatakan di cermin : Kamu bisa dan pasti menang. Kalimat ini saya ulangi sampai lima kali, dan tarik nafas dalam-dalam.

Buang nafas sambil sedikit agak berteriak untuk membuang rasa ketakutan dan ketidak percayaan diri saya untuk presentasi didepan para manajer. Akhirnya saya mulai percaya diri. Tibalah waktunya saya persentasi. Saya bicara dan bisa menyelesaikan paparan  dengan baik.

Ini adalah ilustrasi seragam kemeja organisasi yang diproduksi oleh Perkasa Mulia Konveksi

Walaupun masih ada sedikit rasa ketakutan alias grogi untuk berbicara di depan para manajer. Saya melihat ekspresi wajah mereka yang menunjukkan kepuasan atas penjelasan saya. Setiap pertanyaan mereka saya jawab. Nasihat yang saya terima dari Bos benar-benar menjadikanku lebih percaya diri.

Saya  merasa semakin percaya diri, dan yakin proyek ini akan jatuh ke tangan saya. Perusahaan konveksi kami akan menang. Karena begitu selesai paparan,  ke 3 manajer langsung memberi apresiasi tepuk tangan, berdiri dan menyalami saya. Mereka mengucapkan terimakasih banyak buat penjelasan presentasinya.


Saya sangat senang bisa menyelesaikan dengan baik dan maksimal. Kemudian saya ke toilet lagi, berdoa dan mengucap syukur kepada TUHAN. Karena memberi saya kekuatan dan penyertaanNYA selama berlangsung presentasi. Mengenai hasilnya, saya serahkan kepada TUHAN.

Itu dulu untuk saat ini. Besok saya sambung. Tunggu ya…