Produk Yang Gagal

Tulisan sebelumnya kita telah membahas penyebab bisnis yang gagal. Kali ini, kita akan belajar tentang produk yang gagal. Apa dan bagaimana bisa terjadi.

Tidak semua produk barang dan atau jasa yang diperjualbelikan laku di pasaran. Pengusaha kecil sampai besar, semua pernah mengalami. Beberapa pabrikan dan pemilik merk yang besar pernah mengalami kegagalan ketika meluncurkan produk baru.

Produk yang gagal ini ada yang ditarik dari pasaran dan kemudian di”rebranding” kembali. Beberapa memang ditarik penuh dari peredaran karena respon dan keadaan pasar.

Pebisnis kecil sering mengeluh sepi, barang ga laku. Toko tutup. Pebisnis besar, perusahaan multinasional yang memiliki merk kuat dan tim pemasaran yang besar pun pernah mengalami. Bahkan ada yang memiliki banyak produk yang gagal di pasaran.

Beberapa diantaranya akan kita bahas sebagai berikut:

  1. Samsung Galaxy Note 7
    Produk yang digadang sebagai perangkat high-end Samsung di tahun 2016 ini layu sebelum berhasil di puncak. Salah satu promosinya adalah teknologi pemindai iris mata terbaru. Penyebabnya adalah ponsel cerdas ini yang ditemukan terbakar/ meledak. Beberapa otoritas penerbangan di beberapa negara melarang adanya ponsel ini dibawa penumpang baik di bagasi maupun di kabin.

Samsung sempat menarik kembali produk yang beredar dan meminta engineer mereka untuk mendiagnosa penyebabnya. Setelah melalui beberapa proses penyempurnaan dengan mengganti pemasok baterai, Samsung merilis dan melemparkan Galaxy Note 7 tersebut ke pasaran. Namun ternyata unit pengganti mengalami masalah yang sama.

Samsung akhirnya menarik kembali semua produk yang sudah sempat beredar di pasaran. Mereka kemudian menutup dan mengakhiri kehidupan produk yang gagal ini.

  1. Aqua Splash of Fruit
    Pada tahun 2004, brand air minum dalam kemasan terbesar di Indonesia yaitu AQUA mengeluarkan produk terbaru yang disebut Aqua Splash of Fruit. Produk ini sudah tidak termasuk kategori air mineral tetapi menjadi beverages. Aqua Splash of Fruit adalah air minum yang diberikan esens rasa buah strawberry atau orange-mango. Kemasannya dibuat dalam botol 330 ml yang mudah dibawa.

Produk ini hanya booming sesaat ketika masa peluncuran. Awalnya karena iklan dan rasa penasaran konsumen. Tetapi tidak bertahan lama, penjualan berulang konsumen menurun. Banyak yang tidak penasaran dan ketagihan akan produk ini. Konsumen menganggap koq air mineral memiliki rasa?

AQUA pernah mengeluarkan produk AQUA Splash of Fruit yaitu minuman rasa buah.

Karena animo pasar yang kurang tinggi, perlahan-lahan produk ini hilang dari pasaran. AQUA Splash of Fruit menjadi produk yang gagal. Berbeda dengan produk AQUA lainnya yang laris di pasaran hingga saat ini.

  1. Tara Nasiku.
    Melihat potensi penjualan mie instan yang besar di Indonesia, Unilever mencoba masuk dengan produk nasi instan dengan nama Tara Nasiku.

Brand Unilever yang kuat dan iklan yang kuat awalnya membuat memancing konsumen mencari produk ini. Namun setelah mencoba, banyak yang tidak menyukai produk ini.

Rasa yang kurang enak, mengkonsumsinya yang tidak praktis, dan memasaknya hanya bisa menggunakan teflon. Akhirnya kehadiran Tara Nasiku ini selesai dengan cepat. Ini adalah contoh produk yang gagal yang pernah dikeluarkan di Indonesia oleh merk terkenal.

  1. Google +
    Betapapun hebatnya Google, ternyata mereka memiliki banyak juga produk yang gagal. Google + merupakan keinginan besar Google untuk masuk dan menguasai bisnis media sosial. Google hendak menyaingi Facebook dalam merebut segmen konsumen media sosial. Selama empat tahun beroperasi sejak 2011, mereka hanya mendapat 100 juta pengguna.
Google + adalah salah satu produk Google yang gagal dipasaran dan akhirnya ditutup

Pesaingnya Facebook telah mendapatkan 1,2 miliar pemakai medsos. Google tidak cukup kuat menggoyang pemain yang lebih dulu ada. Pengguna tidak melihat ada perbedaan yang menjadi kelebihan aplikasi besutan Google ini.

Keempat produk diatas adalah hasil riset dan pengembangan dari pabrikan dan merk yang kuat. Semuanya adalah milik brand yang kuat di benak konsumen. Tapi tetap mereka pun produk yang mereka keluarkan bisa gagal. Pasar kurang meresponi. Peminat, pengguna, dan pembeli produknya sedikit. Akhirnya produk tersebut ditutup atau ditarik dari pasaran.

Jangan menyerah untuk Anda yang masih di level umkm. Bila produk Anda gagal, coba lagi. Riset penyebab gagalnya. Bila memang konsumen tidak tertarik, perbaiki. Atau luncurkan produk yang baru.

Pebisnis harus kuat. Belajarlah dari Mba Inul yang selalu kreatif walaupun dia mengakui tidak memiliki Pendidikan tinggi.
https://www.liputan6.com/showbiz/read/4281041/curahan-hati-inul-daratista-soal-bisnis-karaokenya-yang-banyak-ditiru-orang?source=search