mie instan yang disukai

Mie Instan yang Disukai

Bila masyarakat kita ditanya mie instan apa yang paling disukai, mayoritas akan berkata Indomie. Bahkan bila kita jajan ke warung, biasa menyebut mencari indomie bila menyebut mie instan. Walau, mungkin kita membeli merk mie instan yang lain.

Makanan instan yang satu ini memang sangat terkenal. Rasa mie ini sangat khas dan konsisten (baca http://www.nujnoe.com/tips-sukses-membangun-bisnis-4/). Banyak orang yang tak bosan bosannya makan Indomie. Ada banyak warung warung kopi di jalanan yang bahkan disebut warung Indomie. Penetrasi produk ini ada sampai ke desa-desa di seluruh Indonesia.

Anak-anak mahasiswa yang sedang bokek menunggu kiriman orangtua biasanya memilih makan Indomie. Harga murah, enak, dan cukup mengganjal perut yang lapar. Ketika ada bencana, bantuan sosial pangan pun banyak berupa mie instan. Dan Indomie adalah salah satu produk yang penjualannya meningkat.

Produk mie instan ini selain di Indonesia, sudah merambah banyak negara dan benua. Bahkan di Afrika khususnya Nigeria, produk ini menguasai 74% pasar mie instan di negara tersebut.

Produsen pertama Indomie adalah Sanmaru Food Manufacturing pada tahun 1972. Perusahaan yang dimiliki oleh Djajadi Djaja cs. Indomie pertama kali diluncurkan dengan rasa kaldu ayam. Seperti umumnya produk baru, keberadaan mie instan ini diawalnya sempat diragukan.

Indomie goreng merupakan salah satu varian rasa mie instan yang sangat disukai masyarakat

Perlahan namun pasti, mie instan ini disukai masyarakat. Indomie ini mudah disajikan, harga nya murah, dan cenderung awet.

Lim Sioe Liong merambah bisnis mie instan pada akhir 1970 an. Perusahaannya memproduksi mie instan dengan merk Sarimi. Hal ini dilatarbelakangi kelangkaan beras yang terjadi di Indonesia.

Sejarah mie instan Indomie. Sumber http://www.indomie.com/page/about-us#2

Pada tahun 1982, muncul varian baru Indomie rasa mie goreng.

Pada tahun 1984 terjadi kongsi kerjasama antara Liem dan Djajadi dengan membuat perusahaan patungan PT Indofood Interna. Perusahaan ini juga mengakuisisi produk mie instan lain : Supermie.

Saat ini Indomie diproduksi oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk. Perusahaan milik group Salim. Group ini juga yang memiliki perusahaan penggilingan tepung terigu terintegrasi dan terbesar di Indonesia melalui bendera Bogasari Flour Mills.

Sebagaimana Group Salim yang semakin besar, penjualan Indomie sebagai mie instan juga semakin membesar. Merk baru yang muncul belakangan juga belum mampu menggoyang ketangguhan Indomie. Mie instan yang disukai masyarakat Indonesia ini sudah sangat kuat di lidah dan pikiran orang.

Kesuksesan Indomie menjadi mie instan yang disukai ini juga menjadi bahan pembelajaran di dunia penelitian. Bagaimana suatu produk bisa bertahan lama. Bagaimana merk itu menancap begitu kuat di benak masyarakat sampai beberapa generasi.

Dalam pelajaran strategi pemasaran dikenal istilah 4 P : product, price, place, promotion. Indofood sangat menguasai strategi ini. Produk yang enak dan bagus, harga yang murah, barang yang tersedia di mana mana, dan promosi yang terus menerus baik media konvensional maupun digital.

Hujan deras sore ini pun saya asyik menulis ditemani semangkok indomie kaldu ayam..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *