Mie Sedaap : Menggoyang yang Mapan

Mie Sedaap adalah produk mie instan dari Wingsfood yang diluncurkan pada tahun 2003. Saat itu, penjualan mie instan di Indonesia bernilai Rp 8 triliun. Grup Salim melalui Indofood menguasai pasar dengan 90% market share. Wingsfood masuk dengan produk mereka menggoyang penguasa pasar yang mapan.

Pertumbuhan penduduk yang semakin banyak, selera masyarakat yang tinggi akan kehadiran mie instan membuat potensi penjualan akan selalu bertumbuh setiap tahun. Dus, ketika bencana tiba, bahan pangan yang banyak dikirimkan adalah mie instan.

Sampai tahun 2002, Indofood sangat tenang menguasai pasar mie instan di Indonesia. Mereka jauh mengungguli pesaing. Beberapa pesaing seperti Mayora, Nissin Mas, PT ABA, dll.

Kemunculan

Munculnya mie sedaap di awal awal membuat benteng Indofood kebobolan. Market mereka tergerus banyak. Mie Sedaap menggoyang pemain lama yang sudah mapan. Indofood tidak menyangka ada pemain baru yang masuk dan mendobrak pasar yang mereka miliki saat itu.

Beberapa strategi yang digunakan oleh Mie Sedaap di awal kemunculan adalah:

  1. Periklanan. Diawal kemunculannya, Mie Sedaap muncul di di semua program-program TV dengan rating tinggi dan media-media. Wingsfood juga meluncurkan baliho, billboard, dan media promo outdoor lainnya dengan misterius sebelum peluncuran produk. Merangsang masyarakat yang melihat dan ingin tahu karena kalimat misterius “Sebentar lagi, nantikan yang satu ini. Kalau mie instan sudah biasa”. bisa ditebak, mereka mengeluarkan biaya yang besar karena jo-jor an beriklan.
  2. Pemilihan kata dalam menciptakan merk. Indofood memiliki kekuatan merk generik terkenal. Masyarakat terasosiasi dengan ketika disebut mie instan, maka langsung dijawab Indomie. Wingsfood mencari kata yang diasosiakan enak ketika menyebut makanan. Maka dipilihlah kata yaitu sedap. Karena kata umum Bahasa Indonesia ini tidak bisa dipatenkan, maka dibuat perulangan huruf menjadi “SEDAAP”.
  3. Distribusi pasar. Di awal kemunculan, Mie Sedaap masuk ke pasar modern dulu. Mereka tahu Indofood kuat di pasar kelontong dan grosiran. Karena di level itu, perlu banyak melakukan promo dan hadiah. Kemudian jangka waktu pembayaran juga mesti longgar. Tapi lambat laun, mereka berhasil merengsek segmen ini dengan memberi jangka waktu pembayaran 30 – 60 hari. Mereka juga bisa masuk ke warung warung pinggir jalan khususnya warung penjual mie instan yang banyak di kampung-kampung dan padat penduduk yang selama ini hanya menjual Indomie dan merk Indofood lainnya.
  4. Produk. Diawal kemunculan, Wingsfood hanya mengeluarkan tiga jenis rasa yaitu rasa soto dengan koya, rasa ayam bawang dengan bawang goreng, dan mie goreng dengan kriuk-kriuk. Mereka tidak terikut Indofood yang memiliki varian rasa yang banyak.
Iklan Mie Sedaap yang pertama kali muncul

Perjuangan Wingsfood merebut pasar yang berarti mulai terasa di tahun 2011. Mie Sedaap bisa mendapat pangsa pasar sebanyak 14,9%. Posisi kedua di Indonesia setelah Indomie. Produknya pun sudah diekspor sampai ke luar negeri seperti Malaysia.

Beberapa pelajaran yang dapat kita petik dari kisah Mie Sedaap adalah:

  1. Tidak usah takut menantang pemimpin pasar yang sudah kuat. Pemimpin pasar yang terlalu besar dan sudah lama biasanya kurang aware terhadap hal-hal detail di bawah. Wingsfood masuk ketika Indofood sudah merasa nyaman tidak memiliki pesaing yang kuat.
  2. Riset pasar yang cukup serta analisa persaingan. Sebelum peluncurannya, WIngsfood sudah melakukan riset pasar untuk mengetahui selera masyarakat akan mie instan dan keinginan untuk mencoba rasa baru juga dari merk yang berbeda.
  3. Iklan yang terstruktur, massif, dan sistematis. Istilah ini selalu booming ketika ada pemilu baik skala lokal maupun nasional. Wingsfood mengiklankan produknya jor-joran di media luar dan dalam ruangan dalam jangka waktu yang banyak dan pada jam dan tempat yang strategis sehingga memunculkan keingintahuan orang banyak.
  4. Masuk pada pasar yang gemuk. Mie Sedaap awalnya berkutat di Jawa Bali. Penduduk yang banyak, distribusi yang lancer, konsumsi yang tinggi. Sehingga mereka bisa fokus bahkan mereka memiliki tim motor yang berkeliling masuk sampai ke warung-warung kecil.

Buat sobat sobat yang masuk dalam dunia usaha. Sudah ada contoh bahwa ada merk baru muncul menggoyang pemain lama yang sudah mapan. Mie Sedaap, memang terasa sedaapnya. Tetap semangat. Maju terus.

Corona belum kelar namun hidup harus terus berjalan. Semoga sukses.

Mie Instan yang Disukai

Bila masyarakat kita ditanya mie instan apa yang paling disukai, mayoritas akan berkata Indomie. Bahkan bila kita jajan ke warung, biasa menyebut mencari indomie bila menyebut mie instan. Walau, mungkin kita membeli merk mie instan yang lain.

Makanan instan yang satu ini memang sangat terkenal. Rasa mie ini sangat khas dan konsisten (baca http://www.nujnoe.com/tips-sukses-membangun-bisnis-4/). Banyak orang yang tak bosan bosannya makan Indomie. Ada banyak warung warung kopi di jalanan yang bahkan disebut warung Indomie. Penetrasi produk ini ada sampai ke desa-desa di seluruh Indonesia.

Anak-anak mahasiswa yang sedang bokek menunggu kiriman orangtua biasanya memilih makan Indomie. Harga murah, enak, dan cukup mengganjal perut yang lapar. Ketika ada bencana, bantuan sosial pangan pun banyak berupa mie instan. Dan Indomie adalah salah satu produk yang penjualannya meningkat.

Produk mie instan ini selain di Indonesia, sudah merambah banyak negara dan benua. Bahkan di Afrika khususnya Nigeria, produk ini menguasai 74% pasar mie instan di negara tersebut.

Produsen pertama Indomie adalah Sanmaru Food Manufacturing pada tahun 1972. Perusahaan yang dimiliki oleh Djajadi Djaja cs. Indomie pertama kali diluncurkan dengan rasa kaldu ayam. Seperti umumnya produk baru, keberadaan mie instan ini diawalnya sempat diragukan.

Indomie goreng merupakan salah satu varian rasa mie instan yang sangat disukai masyarakat

Perlahan namun pasti, mie instan ini disukai masyarakat. Indomie ini mudah disajikan, harga nya murah, dan cenderung awet.

Lim Sioe Liong merambah bisnis mie instan pada akhir 1970 an. Perusahaannya memproduksi mie instan dengan merk Sarimi. Hal ini dilatarbelakangi kelangkaan beras yang terjadi di Indonesia.

Sejarah mie instan Indomie. Sumber http://www.indomie.com/page/about-us#2

Pada tahun 1982, muncul varian baru Indomie rasa mie goreng.

Pada tahun 1984 terjadi kongsi kerjasama antara Liem dan Djajadi dengan membuat perusahaan patungan PT Indofood Interna. Perusahaan ini juga mengakuisisi produk mie instan lain : Supermie.

Saat ini Indomie diproduksi oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk. Perusahaan milik group Salim. Group ini juga yang memiliki perusahaan penggilingan tepung terigu terintegrasi dan terbesar di Indonesia melalui bendera Bogasari Flour Mills.

Sebagaimana Group Salim yang semakin besar, penjualan Indomie sebagai mie instan juga semakin membesar. Merk baru yang muncul belakangan juga belum mampu menggoyang ketangguhan Indomie. Mie instan yang disukai masyarakat Indonesia ini sudah sangat kuat di lidah dan pikiran orang.

Kesuksesan Indomie menjadi mie instan yang disukai ini juga menjadi bahan pembelajaran di dunia penelitian. Bagaimana suatu produk bisa bertahan lama. Bagaimana merk itu menancap begitu kuat di benak masyarakat sampai beberapa generasi.

Dalam pelajaran strategi pemasaran dikenal istilah 4 P : product, price, place, promotion. Indofood sangat menguasai strategi ini. Produk yang enak dan bagus, harga yang murah, barang yang tersedia di mana mana, dan promosi yang terus menerus baik media konvensional maupun digital.

Hujan deras sore ini pun saya asyik menulis ditemani semangkok indomie kaldu ayam..

Produk Sukses Bertahan Lama : AQUA

Produk Indonesia yang sukses bertahan lama:

Tulisan kali ini akan membahas produk sukses dan bertahan lama dari merk asli Indonesia. Bertahan lama dan bahkan sampai dijual di mancanegara. Dibawah ini saya akan membahas AQUA. Berikutnya akan membahas produk yang lain.

AQUA adalah sebuah merk air minum yang didirikan oleh Tirto Utomo pada tahun 1973. Pabrik pertama yang dibangun berlokasi di Pondok Ungu dengan bendera PT Golden Missisipi.pada saat itu air minum dalam kemasan ini dikemas dalam botol kaca berukuran 950 ml dengan harga jual Rp 75,-. Harga ini jauh lebih mahal dari bensin yang saat itu dijual seharga Rp 46,- per liter.

Pada awal tahun 1970 an, air minum dalam kemasan asli Indonesia belum ada. Produk yang dijual di pasaran berasal dari impor. Konsumennya adalah ekspatriat dan wisatawan luar negeri yang datang ke Indonesia. Air minum kemasan ini hanya dijual di hotel hotel berbintang. Perut tamu dan pekerja dari luar negeri tidak cocok minum air rebusan. Ada kisah istri dari delegasi Amerika Serikat yang datang ke Indonesia yang terkena diare karena mengkonsumsi air minum yang disediakan.

Pada masa itu, air tanah di perkotaan masih bagus dan masyarakat pada umumnya minum dari air tanah yang dimasak. Penduduk lokal kurang membutuhkan dan mencari air minum dalam kemasan.

Pelajaran sederhana dalam kemunculan ini adalah pemilik yang melihat adanya kebutuhan dan peluang yang belum pernah digarap oleh pemain lokal. Pada awalnya, orang banyak mempertanyakan produk yang dijual oleh AQUA karena merasa air minum dari rebusan air tanah tersedia dengan murah dan mudah.

Tahun 1984, pabrik kedua AQUA didirikan di Pandaan Jawa Timur. Tujuannya adalah agar bisa mendekatkan diri kepada konsumen yang berada di wilayah ujung timur Pulau Jawa. Mulai tahun 1985, AQUA mulai mengeluarkan produk yang dikemas dengan kemasan PET 220 ml.

AQUA juga membuat pabrik untuk memproduksi kemasan dalam bentuk galon tahun 1984. Dengan kemasan galon, konsumen rumah tangga dan perkantoran dapat mudah menyimpan dan menaruhnya untuk keperluan karyawan kantor maupun konsumsi rumah.

Tahun 1995 AQUA group menerapkan sistem produksi in line pada pabrik mereka yang berlokasi di Mekarsari. Sistem ini membuat botol yang baru dibuat segera diisi air bersih di akhir atau ujung proses produksi sehingga proses produksi menjadi lebih higienis karena minim campur tangan manusia.

Walau diawali dengan penuh perjuangan dan hampir ditutup karena penjualan yang sedikit dan merugi di awal kemunculannya, AQUA semakin menancapkan diri di benak masyarakat. Air tanah di perkotaan yang semakin kotor dan kurang layak minum, sehingga masyarakat beralih kepada air minum dalam kemasan.

Lama kelamaan, penjualan AQUA meningkat terus. Produknya sudah dijual sampai ke mancanegara. Walau banyak merk air minum dalam kemasan yang muncul baik kelas lokal, nasional maupun merk internasional, sampai saat ini AQUA masih memimpin pasar penjualan air minum dalam kemasan. Penjualan dalam bentuk galon menjadi penguasa pasar yang jauh mengungguli merk merk lain. AQUA dengan berbagai jenis kemasannya, menjadi salah satu produk Indonesia yang sukses dan bertahan lama.

Produk sukses bertahan lama
AQUA galon menjadi salah satu produk yang sukses dan bertahan lama menguasai pasar, jauh mengungguli pesaing yang bermain di segmen yang sama

Notes:
Bagi pemula yang hendak terjun dalam usaha. Cari tahu kebutuhan yang muncul di sekitar kita. Apakah produk itu mudah didapatkan. Bagaimana harga jualnya. Siapa saja yang membutuhkan. Apakah produknya akan berkembang terus atau hanya sesaat.

Ketika mempelajari hal ini dengan sederhana, kita bisa memetakan apakah kita akan masuk dan menjadi penyedia kebutuhan pasar itu.

Selamat berjuang para pemberani. Masuk dalam dunia usaha itu butuh semangat dan daya tahan..

Referensi : https://aqua.co.id//sejarah

Produk Yang Gagal

Tulisan sebelumnya kita telah membahas penyebab bisnis yang gagal. Kali ini, kita akan belajar tentang produk yang gagal. Apa dan bagaimana bisa terjadi.

Tidak semua produk barang dan atau jasa yang diperjualbelikan laku di pasaran. Pengusaha kecil sampai besar, semua pernah mengalami. Beberapa pabrikan dan pemilik merk yang besar pernah mengalami kegagalan ketika meluncurkan produk baru.

Produk yang gagal ini ada yang ditarik dari pasaran dan kemudian di”rebranding” kembali. Beberapa memang ditarik penuh dari peredaran karena respon dan keadaan pasar.

Pebisnis kecil sering mengeluh sepi, barang ga laku. Toko tutup. Pebisnis besar, perusahaan multinasional yang memiliki merk kuat dan tim pemasaran yang besar pun pernah mengalami. Bahkan ada yang memiliki banyak produk yang gagal di pasaran.

Beberapa diantaranya akan kita bahas sebagai berikut:

  1. Samsung Galaxy Note 7
    Produk yang digadang sebagai perangkat high-end Samsung di tahun 2016 ini layu sebelum berhasil di puncak. Salah satu promosinya adalah teknologi pemindai iris mata terbaru. Penyebabnya adalah ponsel cerdas ini yang ditemukan terbakar/ meledak. Beberapa otoritas penerbangan di beberapa negara melarang adanya ponsel ini dibawa penumpang baik di bagasi maupun di kabin.

Samsung sempat menarik kembali produk yang beredar dan meminta engineer mereka untuk mendiagnosa penyebabnya. Setelah melalui beberapa proses penyempurnaan dengan mengganti pemasok baterai, Samsung merilis dan melemparkan Galaxy Note 7 tersebut ke pasaran. Namun ternyata unit pengganti mengalami masalah yang sama.

Samsung akhirnya menarik kembali semua produk yang sudah sempat beredar di pasaran. Mereka kemudian menutup dan mengakhiri kehidupan produk yang gagal ini.

  1. Aqua Splash of Fruit
    Pada tahun 2004, brand air minum dalam kemasan terbesar di Indonesia yaitu AQUA mengeluarkan produk terbaru yang disebut Aqua Splash of Fruit. Produk ini sudah tidak termasuk kategori air mineral tetapi menjadi beverages. Aqua Splash of Fruit adalah air minum yang diberikan esens rasa buah strawberry atau orange-mango. Kemasannya dibuat dalam botol 330 ml yang mudah dibawa.

Produk ini hanya booming sesaat ketika masa peluncuran. Awalnya karena iklan dan rasa penasaran konsumen. Tetapi tidak bertahan lama, penjualan berulang konsumen menurun. Banyak yang tidak penasaran dan ketagihan akan produk ini. Konsumen menganggap koq air mineral memiliki rasa?

AQUA pernah mengeluarkan produk AQUA Splash of Fruit yaitu minuman rasa buah.

Karena animo pasar yang kurang tinggi, perlahan-lahan produk ini hilang dari pasaran. AQUA Splash of Fruit menjadi produk yang gagal. Berbeda dengan produk AQUA lainnya yang laris di pasaran hingga saat ini.

  1. Tara Nasiku.
    Melihat potensi penjualan mie instan yang besar di Indonesia, Unilever mencoba masuk dengan produk nasi instan dengan nama Tara Nasiku.

Brand Unilever yang kuat dan iklan yang kuat awalnya membuat memancing konsumen mencari produk ini. Namun setelah mencoba, banyak yang tidak menyukai produk ini.

Rasa yang kurang enak, mengkonsumsinya yang tidak praktis, dan memasaknya hanya bisa menggunakan teflon. Akhirnya kehadiran Tara Nasiku ini selesai dengan cepat. Ini adalah contoh produk yang gagal yang pernah dikeluarkan di Indonesia oleh merk terkenal.

  1. Google +
    Betapapun hebatnya Google, ternyata mereka memiliki banyak juga produk yang gagal. Google + merupakan keinginan besar Google untuk masuk dan menguasai bisnis media sosial. Google hendak menyaingi Facebook dalam merebut segmen konsumen media sosial. Selama empat tahun beroperasi sejak 2011, mereka hanya mendapat 100 juta pengguna.
Google + adalah salah satu produk Google yang gagal dipasaran dan akhirnya ditutup

Pesaingnya Facebook telah mendapatkan 1,2 miliar pemakai medsos. Google tidak cukup kuat menggoyang pemain yang lebih dulu ada. Pengguna tidak melihat ada perbedaan yang menjadi kelebihan aplikasi besutan Google ini.

Keempat produk diatas adalah hasil riset dan pengembangan dari pabrikan dan merk yang kuat. Semuanya adalah milik brand yang kuat di benak konsumen. Tapi tetap mereka pun produk yang mereka keluarkan bisa gagal. Pasar kurang meresponi. Peminat, pengguna, dan pembeli produknya sedikit. Akhirnya produk tersebut ditutup atau ditarik dari pasaran.

Jangan menyerah untuk Anda yang masih di level umkm. Bila produk Anda gagal, coba lagi. Riset penyebab gagalnya. Bila memang konsumen tidak tertarik, perbaiki. Atau luncurkan produk yang baru.

Pebisnis harus kuat. Belajarlah dari Mba Inul yang selalu kreatif walaupun dia mengakui tidak memiliki Pendidikan tinggi.
https://www.liputan6.com/showbiz/read/4281041/curahan-hati-inul-daratista-soal-bisnis-karaokenya-yang-banyak-ditiru-orang?source=search

Bisnis yang Gagal

Hasil survey yang dikeluarkan pada Juni 2012 oleh Small Business Association menyatakan sekitar dua pertiga dari bisnis dengan karyawan bertahan setidaknya dua tahun. Artinya sepertiganya menjadi bisnis yang gagal.

Survey tersebut juga menjelaskan bahwa setengah dari yang bertahan dalam dua tahun pertama tersebut akan bertahan setidaknya dalam lima tahun. Kemudian dua pertiganya bertahan sampai 10 tahun dan hanya 25 persen yang berhasil bertahan hingga 15 tahun ke atas.

Survey tersebut setidaknya menjelaskan bahwa potensi bisnis untuk gagal lebih tinggi daripada yang berhasil. Tapi seseorang yang merencanakan, memutuskan, dan melangkah menjadi pebisnis mesti bersiap untuk konsekuensi yang akan dihadapi.

https://www.sba.gov/sites/default/files/Business-Survival.pdf

Tidak ada masa depan yang pasti. Semua pebisnis menghadapi ketidakpastian. Apa yang berhasil saat ini, belum tentu berhasil di masa depan. Nokia dulu hebat, melebihi Apple. Sekarang merk Nokia sudah banyak dilupakan orang. Bisnis yang gagal dapat terjadi karena bisnis tersebut sudah usang atau pemilik yang terlambat menyadari perkembangan zaman.

Bisnis yang gagal

Kita bisa belajar dari kegagalan pebisnis dan perusahaan yang ada agar dapat mempertahankan bisnis dan menjadi perusahaan yang terus hidup. Bukan bisnis yang gagal. Apa saja kesalahan-kesalahan tersebut :

  1. Keuangan yang tercampur
    Banyak pebisnis yang merintis dari bawah dengan modal seadanya. Kehidupannya tergantung dari hasil usaha yang dikelola. Pemilik bisnis seperti ini jarang memiliki catatan keuangan yang rapi. Kemudian, pemilik usaha mengambil uang sesuka hati tanpa penganggaran yang tepat. Ketika bisnis mendapat peluang, modal tidak cukup karena sudah dipakai pemilik. Saat badai datang, pebisnis tidak siap karena tidak memiliki cadangan keuangan yang cukup.
  2. Harga jual terlalu murah
    Beberapa orang yang masuk dalam bisnis menjual barang dengan harga murah. Targetnya adalah agar usahanya dikenal orang. Kemudian menarik pelanggan dari penjual lain dan menjadi pelanggannya. Dalam jangka panjang, cara ini belum tepat dan kadang merugikan pemilik usaha. Biaya operasional bisa saja semakin besar yang tidak diiringi dengan peningkatan laba dari penjualan barang dagangan. Strategi harga murah tidak selalu tepat dilakukan. Pebisnis perlu mempelajari target pasar, jenis barang dan atau jasa yang dijual dan strategi marketing bisnisnya.
  3. Mudah patah semangat
    Ketika memilik memiliki bisnis, anda harus siap menghadapi kondisi ketidakpastian. Bila sebelumnya anda bekerja dan mendapatkan penghasilan rutin setiap bulan, di bisnis belum tentu. Akan selalu ada goncangan dalam bisnis dari internal maupun eksternal. Pebisnis yang mudah patah semangat akan mudah untuk mundur dan menyerah. Tidak ada rumus pasti kapan bisnis yang dibangun akan sukses dan stabil.
  4. Ingin kaya dan berhasil instan
    Semua bisnis yang bertahan bahkan besar saat ini adalah suatu proses perjalanan panjang para pemiliknya beserta seluruh pihak pihak yang terlibat. Tidak ada kesuksesan dalam semalam. Menjadi bisnis harus iklas akan proses waktu. Anda boleh berharap kaya dan berhasil, namun Anda mesti siap diproses dalam setiap perjalanan bisnis. Pebisnis perlu menyiapkan stok kesabaran dan memiliki ketekunan dan daya tahan dalam membangun dan membesarkan bisnis.

Bisnis yang telah direncanakan dan dipersiapkan dengan baik pun dapat gagal. Maka siapapun yang melangkah dalam bisnis, siapkan mental anda. Lakukan dengan setia. Nikmati prosesnya. Semoga anda sukses dalam berbisnis.

Mempertahankan Bisnis

Pada umumnya, seseorang memulai bisnis berharap untuk berbisnis seterusnya. Oleh karena itu, pebisnis perlu memiliki strategi untuk mempertahankan bisnis. Memulai, membangun, dan mempertahankan bisnis merupakan suatu proses yang dikerjakan terus menerus.

Di setiap tahapan bisnis memiliki tantangannya sendiri. Ketika bisnis sudah mulai berjalan stabil, akan muncul tantangan atau godaan kepada pemilik. Bisa berasal dari internal, maupun eksternal. Ketika maju, ada godaan untuk memperbesar. Bilamana turun, ada keinginan untuk menutup atau berganti bidang usaha.

Pebisnis kuat selalu menjaga motivasi dirinya. Dia juga membangkitkan semangat anggota tim untuk terus melakukan tugas masing masing. Kemajuan perusahaan pasti akan dinikmati anggota juga. Ada bonus, fasilitas, insentif, dan lain lain. Bila terjadi kemunduran, semua nya pun akan menjadi korban.

Wabah corona yang terjadi saat ini membuat beberapa pemilik perusahaan dan juga karyawan menghadapi goncangan keuangan. Ada pemilik yang terpaksa menjual asset dengan murah agar bisa membayar hutang dan gaji karyawan. Beberapa karyawan ada yang di PHK, pemotongan gaji, tidak digaji, dan dirumahkan.

Beberapa pelajaran berharga dibawah ini dapat menjadi masukan dalam perjalanan pebisnis membangun usaha :

  1. Tidak dapat berjalan sendiri
    Ketika diawal berdiri, pebisnis mengerjakan semua bagian hampir sendiri. Mencari konsumen, membeli dan mengirim barang, mencatat keuangan, dan kegiatan lainnya.

Pebisnis harus tahu kapan waktunya untuk merekrut pegawai. Ketahui bagian yang anda hendak fokuskan. Cari pegawai yang kompeten untuk melengkapi perusahaan anda.

Sangat sulit mempertahankan bisnis dan mengembangkannya sendirian. Bagikan beban kerja dengan karyawan. Ada kalanya harus menggunakan mitra dan supplier untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.

  1. Rekrut orang yang lebih pintar.
    Jack Ma mencoba menemukan orang yang lebih pintar dari dirinya. Dia menyadari dia tidak banyak tahu. Sehingga dia mencari orang orang yang lebih cerdas untuk membantunya dalam mengembangkan termasuk mempertahankan bisnisnya.
    https://economy.okezone.com/read/2019/03/08/320/2027575/kisah-miliarder-jack-ma-selalu-berburu-orang-pintar.

Salah satu tugas Pemimpin adalah mengorganisasikan. Pebisnis mengelola seluruh sumber daya dalam perusahaan untuk bekerja dan berfungsi optimal untuk mencapai target, visi, dan misi perusahaan.

Tidak perlu khawatir dan malu merekrut orang yang lebih pintar. Pebisnis tidak bisa dan tidak mungkin menguasai seluruh aspek. Dia bisa ahli dalam teknologi. Namun untuk menjalankan usaha, dia butuh tenaga yang mengerti manajemen dan keuangan juga.

  1. Bangun tim dengan orang orang hebat.
    Pebisnis membuat kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan dalam perusahaan. Setelah itu, seleksi dari kandidat yang berminat. Pilih pegawai yang hebat yang pebisnis sukai dan akan ikut tumbuh dalam kemajuan perusahaan.

Pemilik bisnis harus membuang dan melepaskan orang-orang yang memperlambat atau menghambat kemajuan perusahaan. Karyawan yang menjadi parasite dan menjatuhkan harus dikeluarkan dari organisasi sebelum mereka memberi pengaruh negatif kepada anggota tim yang lain.
Pebisnis tidak bisa bekerja sendiri walau dia hebat. Dia perlu dikelilingi orang-orang yang hebat juga dan mau berkembang dan memajukan perusahaan.

  1. Kembangkan kapasitas diri untuk lebih baik
    Bisnis terus berkembang. Ada banyak peraturan dan regulasi baru yang mungkin berhubungan dengan bidang usaha yang dijalankan. Lingkungan usaha pun dinamis. Persaingan akan terus ada. Teknologi membuat informasi dan komunikasi lebih cepat.

Maka, pebisnis perlu mengembangkan kapasitas diri. Tidak boleh cepat puas. Kita boleh pintar saat ini, tapi besok akan ada orang yang lebih pintar.

Ada banyak buku pengembangan diri dan informasi tentang bisnis saudara dan lingkungan terkait. Hadiri seminar seminar bisnis dan pameran dagang yang ada. Ada inspirasi dan informasi yang dapat diperoleh. Relasi juga akan bertambah. Akan selalu ada hal-hal baru yang dapat dipelajari.

Mempertahankan bisnis salah satunya dengan pengembangan kapasitas diri melalui mengikuti seminar
Mengikuti seminar adalah salah satu cara mengembangkan diri untuk membangun dan mempertahankan bisnis

Bisnis yang kuat adalah yang dikelola dengan baik, dijalankan dengan sungguh sungguh, dirawat dan dipelihara agar bertahan dalam gelombang dan mengambil keuntungan dalam setiap kesempatan. Selamat menjalankan bisnis Saudara.

Tips Sukses Membangun Bisnis (4)

Apakah Saudara sudah merasa cukup membaca tiga tulisan tentang tips sukses membangun bisnis sebelumnya? Berapa poin yang Saudara sudah mengerti dan lakukan dalam bisnis. Masih banyak hal penting yang perlu diketahui oleh pemilik bisnis.

Kita akan membahas langkah-langkah agar bisnis yang dijalankan selama ini semakin untung. Penjualan meningkat, biaya dan pengeluaran terjaga. Keuntungan bisnis pun bertambah sehingga memberi ruang bagi pemilik untuk ekspansi dan menikmati hasil bisnisnya.

Seorang pemilik bisnis perlu mempertahankan semangatnya. Visi, misi, dan target dalam usaha perlu dicamkan terus-menerus. Anggota tim akan semakin semangat ketika pendiri bisnis selalu membakar semangat dan mendorong semua untuk maju dan berprestasi. Memberikan yang terbaik sesuai bagian tanggung jawab masing masing.

Berikut ini akan disampaikan beberapa tips sukses untuk membangun bisnis dan bertumbuh semakin besar:

  1. Konsistensi
    Konsistensi merupakan suatu usaha yang dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan untuk memperoleh target dan bisa tiba pada tujuan akhir yang diharapkan. Pemilik bisnis perlu memiliki konsistensi untuk hal-hal internal dalam perusahaan maupun hal-hal eksternal.

Konsistensi ke dalam contohnya yaitu mempertahankan kualitas produk, kecepatan produksi, keramahtamahan karyawan dalam melayani tamu. Konsistensi ke luar dapat berupa layanan keluhan pelanggan, komunikasi dengan konsumen, hubungan dengan pemerintah dan masyarakat sekitar. Pengusaha perlu senantiasa memonitor operasiona dan aktivitas usahanya.

  1. Jangan menyerah
    Pemilik bisnis berusaha terus menerus menjual. Apapun tantangan, hambatan, termasuk kegagalan. Jangan pernah menyerah. Hampir semua pengusaha besar pernah gagal. Bisnis tidak selamanya indah.

Seperti saat ini, wabah covid 19 yang melambatkan perekonomian lokal sampai internasional. Pebisnis perlu beradaptasi akan suasana tidak menentu dalam perekonomian yang langsung tidak langsung mempengaruhi usaha nya. Tips sukses pebisnis adalah tetap berusaha dan berjualan dalam keadaan apapun.

  1. Layanan Pelanggan
    Bayangkan bila kita menjadi pembeli suatu produk yang berulang-ulang di satu toko atau tempat. Pada satu kejadian, saudara dikecewakan karena produk yang tidak sesuai. Kita mengeluh namun perusahaan atau penanggung jawab toko tidak meresponi keluhan kita.

Pemilik bisnis harus bersiap melayani pelanggan khususnya ketika mereka kecewa atau tidak puas akan pelayanan tim kita. Perusahaan perlu memberi kesan positif agar mereka menjadi pelanggan setia.

  1. Kembangkan pemasaran
    Pemasaran yang efektif adalah yang menumbuhkan penjualan produk. Maka pemilik bisnis perlu senantiasa mengembangkan metode dan variasi pemasaran.

Gunakan media periklanan gratis dan berbayar baik online maupun offline agar usaha kita semakin diketahui dan dikenal target konsumen.

  1. Efisiensi biaya
    Keuntungan perusahaan dapat bertambah bila dipenuhi dua syarat. Pertama adalah penjualan meningkat dan atau kedua biaya berkurang.

Maka pemilik bisnis juga perlu mencermati komponen biaya dalam perusahaan. Gunting biaya yang tidak perlu, potong pengeluaran yang berlebihan, dan gunakan sumber daya perusahaan dengan optimal.

  1. Hiduplah seimbang
    Pemilik bisnis perlu menjaga keseimbangan kehidupan pribadi. Baik dalam berusaha maupun kegiatan pribadi lainnya. Banyak pengusaha yang kehilangan Kesehatan fisik maupun jiwa karena terlalu memaksa dirinya dalam usaha.
hidup yang seimbang dengan memberi waktu-waktu untuk kehidupan pribadi

Ambil waktu dan hari tuk beristirahat lebih. Pergilah berlibur. Datanglah beribadah sesuai kepercayaan. Bercengkramalah dengan keluarga, sahabat. Perhatikan orang-orang yang kesusahan. Roh, jiwa, tubuh manusia perlu penyegaran.

Ini adalah tulisan keempat dan terakhir tentang tips sukses membangun bisnis. Kita telah belajar 23 (dua puluh tiga) hal tips yang diperlukan agar sukses dalam membangun bisnis.

Dalam setiap tingkatan usaha ada peluang, kesempatan, juga tantangan. Membangun bisnis berbeda dengan mempertahankan bisnis. Bila saudara sudah memiliki bisnis yang berjalan, pertahankan sekaligus kembangkan.

Ada pebisnis yang sibuk mengembangkan usahanya tetapi lupa mempertahankannya, dan akhirnya gagal atau menurun. Tulisan berikutnya, kita akan belajar tentang tips mempertahankan bisnis. Sukses Bersama kita semua.

Tips Sukses Membangun Bisnis (3)

Kita sudah membahas dua kali tentang tips sukses membangun bisnis. Ada 12 poin yang bisa kita pelajari dan renungkan.
Pada kesempatan ini, kita akan melanjutkan. Agar bisnis yang didirikan bisa sukses, maka perlu dikelola dengan baik.

Daftar Isi :

  1. Apa yang pemilik bisnis butuhkan.
  2. Tips sukses membangun bisnis
  3. Kesimpulan

Apa yang Pemilik Bisnis Butuhkan

Membangun bisnis itu butuh konsistensi dan fleksibilitas. Kehidupan dinamis. Pasar pun dinamis. Tidak ada yang baku dalam memenuhi kebutuhan konsumen.
Tips sukses ini juga perlu agar pemilik bisnis bisa memonitor perkembangan usahanya. Pebisnis memerlukan keterampilan perencanaan. Dia juga belajar dan mempraktekkan pengelolaan organisasi tim yang baik.

Banyak orang membangun bisnis dengan sederhana. Jangan dibuat ribet, katanya.
Ada yang berpikir dengan cukup menyalakan komputer atau mengoperasikannya. Semua tersedia di internet.
Tidak beberapa lama, pikiran mentok. Akhirnya menemukan bahwa menghasilkan uang dalam bisnis jauh lebih sulit daripada yang mereka pikirkan.
Pemilik dapat melakukan tips sederhana ini agar sukses dalam membangun bisnis. Yaitu meluangkan waktu. Rencanakan semua langkah yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan.

Ilustrasi tips sukses membangun bisnis

Tips Sukses Membangun Bisnis (3)

  1. Terorganisir
    Pemilik bisnis harus bisa diatur. Dia juga bisa mengatur.
    Tim dan sistem dalam organisasi akan membantu pemilik bisnis. Mereka menyelesaikan tugas dan tetap bekerja sesuai kesepakatan dan aturan kerja.
    Salah satu langkah yang baik untuk melakukan ini adalah dengan membuat daftar tugas setiap hari. Ada urutan pekerjaan dan kegiatan yang harus dilakukan.
    Saat Saudara atau anggota tim menyelesaikan salah satu tugas, periksa daftar dan berikan tanda. Hal ini untuk memastikan bahwa tim tidak melupakan apa pun. Semua bekerja menyelesaikan semua tugas yang penting. Dan bisnis Saudara tetap terjaga dan bisa bertumbuh.
  2. Analisa persaingan
    Setiap bisnis pasti memiliki persaingan. Bisnis yang baru muncul pun akan segera kedatangan kompetitor. Persaingan bisnis akan menciptakan hasil yang terbaik. Yang kuat, kreatif, inovatif akan bertahan dan menjadi lebih unggul. Yang lemah dan lambat akan jatuh dan menghilang.
    Untuk menjadi sukses, pelajari banyak hal. Pemilik bisnis tidak perlu takut untuk belajar. Termasuk belajar dari pesaing Anda.
    Bagaimanapun, mereka mungkin memiliki cara berbeda yang lebih baik. Pesaing bisa melakukan sesuatu yang benar dan berbeda dengan cara kita. Langkah itu mungkin dapat diterapkan dalam bisnis. Mungkin itu akan membuat penjualan meningkat dan menghasilkan lebih banyak uang.
  3. Memahami risiko dan imbalan
    Risiko pasti akan selalu ada. Pemilik bisnis perlu mengambil risiko yang diperhitungkan untuk membantu bisnis Anda tumbuh.
    Pertanyaan yang bagus untuk direnungkan adalah “Apa kerugiannya?” Jika Anda dapat menguraikan jawaban atas pertanyaan ini, maka Anda tahu apa skenario terburuknya.
    Adanya risiko ini membuat pemilik akan membuat mitigasi risiko. Ada juga yang membuat rencana darurat (emergency plan). Sekarang, pemilik bisnis perlu untuk membuat rencana keluar atau sering disebut dengan istilah “exit plan” ketika keadaan memburuk.
    Pengetahuan ini akan memungkinkan pebisnis untuk mengambil jenis risiko yang diperhitungkan yang dapat menghasilkan imbalan .
  4. Bersiaplah untuk berkorban
    Membangun usaha itu perlu proses. Pemilik bisnis perlu berkorban dan lebih banyak berkorban di awal awal.
    Yang dibutuhkan untuk memulai bisnis adalah kerja keras. Setelah Anda membuka pintu atau melangkah, pekerjaan Anda baru saja dimulai.
    Dalam banyak kasus, Pemilik bisnis harus meluangkan waktu lebih banyak daripada bila Ia bekerja untuk orang lain. Sering pemilik bisnis menghabiskan lebih sedikit waktu dengan keluarga dan teman.
    Membangun bisnis itu perlu pengorbanan. Lingkaran sekeliling anda perlu menyadari dan memakluminya.
  5. Memberikan Layanan yang lebih baik
    Banyak bisnis yang berkembang karena reputasi pelayanannya. Namun, ada juga bisnis sukses yang lupa bahwa menyediakan layanan pelanggan yang hebat itu penting.
    Semakin banyak pesaing bisnis, maka pelayanan kita harus semakin lebih baik . Pameo “pembeli adalah raja” perlu diingat oleh pemilik bisnis dan seluruh anggota tim. Buatlah perbedaan yang positif dibanding pesaing kita.
    Jika pebisnis memberikan layanan yang lebih baik untuk pelanggan, mereka akan lebih cenderung datang kepada perusahaan tersebut saat mereka membutuhkan sesuatu daripada pergi ke pesaing. Tips sukses yang sederhana adalah pemilik bisnis perlu memelihara pelanggan-pelanggan yang setia.

KESIMPULAN

Diatas sudah dibahas lima (5) poin penting tips sukses membangun penting. Semuanya penting dan saling melengkapi.
Pemilik dan anggota tim senantiasa belajar dan menerapkannya. Sukses bersama kita semua.

Tips Sukses Membangun Usaha (2)

Sebelum anda berpikir untuk sukses, ingatlah. Peluang gagal lebih besar. Banyak wirausaha yang jatuh dan akhirnya tidak bangkit. Apa tips agar bisa sukses membangun usaha?

Ada yang jatuh beberapa kali, akhirnya menyerah. Yang ulet, tetap semangat berjuang terus. Gagal berkali kali namun bangkit  terus. Akhirnya usaha berhasil.

Bagaimana sih ciri ciri usaha disebut berhasil? Pertama adalah pemiliknya puas. Dia senang akan keadaan dan perkembangan usahanya.

Namun pemilik tidak boleh puas diri. Tidak ada zona nyaman dalam usaha. Selalu ada tantangan baru saat mengurus usaha.

Memiliki usaha harus lincah. Pemilik mesti selalu siap akan perkembangan dan perubahan zaman. Tidak ada yang pasti dalam dunia ini.

Sebelumnya, kita sudah belajar tentang enam tips untuk sukses membangun usaha. Sekarang kita akan membahas kelanjutannya.

Tips sukses membangun usaha (2)

  • Model bisnis yang jelas.

Ketika mau masuk dalam usaha, persiapkan model bisnis yang jelas. Ada yang memilih berjualan langsung, ada yang online menggunakan media sosial dan aplikasi marketplace yang tersedia dalam banyak pilihan.

Cari tahu informasi tentang bisnis sejenis yang telah ada. Saudara bisa mempelajarinya. Amati, sesuaikan dengan keadaan saudara, kemudian jalankan.

  • Berpikir kreatif.

Banyak usaha yang sejenis tumbuh di sekitar kita. Mengapa ada yang berhasil, namun toko sebelah bisa gagal. Apa yang salah?

Wirausaha perlu mengetahui apa kelebihan dan kekurangannya. Cari tahu juga keadaan pesaing kita. Beri ide ide segar dan berbeda namun memberi solusi atas kebutuhan.

Persaingan menantang pemilik usaha untuk berpikir kreatif.

ide-ide kreatif dapat muncul dalam suasana ruangan kerja yang nyaman
  • Fokus

Bila masuk ke dalam suatu usaha. Kerjakan dengan serius dan sungguh sungguh. Perjuangkan terus.

Hambatan ada untuk dipecahkan. Masalah muncul untuk diselesaikan. Pemilik usaha perlu fokus pada ide usahanya.

Jangan tergesa gesa untuk mundur bila masih rugi atau masuk ke bidang usaha lain. Perkuat dulu usaha awal yang dibangun sebelum melangkah ke bidang lain.

  • Modal

Semua usaha butuh modal. Bisa uang tunai, keahlian, bahan baku, peralatan, dll. Saat memilih untuk masuk dalam satu usaha. Pikirkan sumber modalnya dan persiapkan.

Usaha semakin besar, tentu modal dibutuhkan semakin besar. Ini juga poin 2 yang saya sebutkan diatas. Pemilik usaha harus kreatif dalam mencukupkan kebutuhan modal.

Tidak ada modal yang cukup  untuk semua  jenis usaha. Ketika usaha maju, kebutuhan modal meningkat. Pemilik usaha harus pintar mengalokasikan modalnya.

  • Pemisahan  

Bila saudara melangkah dalam usaha, pisahkan keuangan pribadi dan usaha. Jangan sampai tercampur.

Bilamana masih tercampur, buatlah catatan.

Membangun usaha juga berarti memisahkan sebagian harta pribadi untuk menjadi modal usaha. Maka catatannya terpisah.

Banyak kisah, pemilik usaha kehabisan modal. Setelah ditelusuri ternyata, modal habis dipakai buat kebutuhan keluarga.

Keuntungan usaha pun harus dipisahkan untuk pengembangan usaha. Jangan dipakai dan dihabiskan semuanya. Usaha masih butuh dikembangkan dan pasti butuh tambahan modal.

  • Relasi dan jaringan

Pemilik usaha perlu membangun relasi dan jaringan sebanyak mungkin. Ingat pesan-pesan orang tua dulu. Rajin rajin silaturahmi.

Silaturahmi menambah umur. Ini juga menambah rejeki.

Masuk dalam komunitas pedagang, profesi, atau komunitas usaha sejenis. Mungkin kita akan mendapat ide ide baru.

Dalam komunitas juga timbul relasi sosial untuk saling tolong menolong. Jangan khawatir ide dicuri.

Ada juga rekan dalam komunitas yang menjadi parasit. Aktif di dalam untuk meminta, bukan memberi. Tidak usaha pusing dengan pribadi seperti ini. Selalu ada hal baik yang bisa didapat dalam suatu kelompok.

Dalam topik ini, kita mendapat enam tambahan tips lanjutan ketika memulai dan menjalankan usaha. Rejeki itu dari Yang Maha Kuasa. Kita melakukan bagian di bumi.

Tidak ada yang sempurna dari sebuah rencana. Tapi kalau kita tidak membuat rencana, usaha kita tidak akan beraturan.

Tidak ada salahnya berdoa dan terus belajar. Seperti petuah dari pendahulu kita. Selamat melangkah. Maju terus.

Tips Sukses Membangun Bisnis (1)

Tidak ada cara cepat untuk berhasil. semua membutuhkan proses. maka perlu mengetahui dan belajar tips sukses membangun bisnis.

Semua orang ingin sukses dalam bisnis. Semua wirausaha ingin untung. Agar untung, ada hitung-hitungannya.

Tapi kita perlu tahu. Peluang gagal lebih tinggi daripada berhasil.

Pengusaha sukses pun pernah gagal. Gagal karena rugi atau gagal karena ditipu.

Gagal bisa muncul dari pemasukan yang kecil. Ada yang terjadi karena pembengkakan biaya. Ada yang uangnya dibawa kabur mitra atau karyawan.

Begitu banyak lika-liku dalam bisnis. Banyak jalan terjal. Katanya sih gampang. Setelah dicoba, ternyata susah. Ada yang repot. Bahkan sampai sakit mengurus usaha.

Banyak orang yang gagal di tengah jalan. Ada yang mundur dan ada yang maju terus.

Pengusaha terkaya pun pernah gagal. Investor pun pernah rugi. Tidak ada yang menjamin setiap bisnis pasti untung.

Banyak yang bolak-balik gagal dalam bisnis. Sudah mencoba berbagai macam usaha. Tapi dia tetap gagal.

Jadi kalau kita tahu peluang gagal lebih tinggi. Apakah kita mundur saja untuk membangun bisnis?

Berikut beberapa tips sukses membangun bisnis:

  • Mulailah dengan berdoa.

Setiap langkah kita, mulailah dengan doa. Ini memberi kita kekuatan untuk melangkah.

Doa membuat kita lebih tenang. Kita menjadi lebih dekat dan mengerti kehendak Yang Maha Kuasa.

  • Siapkan diri sendiri

Masuk ke dalam dunia bisnis, kita perlu sadar bahwa perlu perjuangan. Medan bisnis seperti hutan belantara.

Terkadang banyak hewan buas yang akan menerkam. Akan ada ilalang di perjalanan. Ada jalan yang lurus namun  lebih banyak jalan yang tidak beraturan.

Sejak memilih untuk membangun bisnis, siapkanlah hati. Siapkan diri.

  • Mengatur diri sendiri

Untuk berbisnis, tidak bisa seenaknya. Harus ada disiplin. Perlu teratur.

Misalkan saudara punya toko. Maka harus buka setiap hari. Jangan buka sehari, tutup sehari.

Orang perlu melihat saudara serius dengan melihat toko buka setiap hari. Agar saudara bisa mendapat konsumen tetap. Disiplin dan teratur juga diperlukan agar anda bisa mengatur waktu untuk pribadi dan keluarga. Ada juga waktu untuk kegiatan lainnya.

  • Mau belajar

Orang yang berbisnis adalah orang yang mau belajar. Perlu mengetahui produk, konsumen, harga, dll.

Pebisnis tidak bisa hanya mengandalkan informasi yang lama dan usang. Dunia berkembang. Informasi silih berganti. Selera manusia bisa berubah.

Pebisnis yang mau belajar akan lebih cepat beradaptasi. Adaptasi perlu dipersiapkan tuk menghadapi ketika ada perubahan, masalah, dan atau bencana datang.  Contoh: dulu warung telepon laris. Ketika pulsa telepon murah dan ada paket data internet, konsumsi meningkat. Tetapi, warung telepon ditinggalkan konsumen.

Pengusaha perlu belajar kebutuhan di daerah sekitar. Jangan bersaing dalam usaha yang pembelinya sedikit dan cenderung tidak bertumbuh.

AC atau pendingin ruangan kurang laku di dataran tinggi atau pegunungan. Karena daerah disana biasanya memiliki suhu udara dingin. Penjualan AC tentu tidak sebesar daerah yang berada di dataran rendah dan panas.

  • Rencanakan dengan baik

Menjalankan bisnis perlu rencana. Apapun jenis usahanya. Siapa yang mengelola. Siapa pembelinya. Kapan jam operasionalnya.

Pebisnis juga perlu membuat analisa sederhana kebutuhan modal dan target penjualan. Ketika menjual barang dan jasa, kita yakin bahwa ada pembelinya. Jangan menjual baju pantai di gunung.

  • Tulislah bisnis anda

Apapun bisnis anda, rajinlah mencatat. Tulislah rencananya.

Beberapa hal yang perlu dicatat adalah :

  • Uang masuk dan keluar
  • Pemasok dan pembeli
  • Harga beli dan harga jual barang dan jasa
  • Hutang piutang
  • Dan data penting lainnya

Banyak pebisnis malas dan bahkan tidak suka mencatat. Ketika bisnis masih kecil, mungkin tidak masalah.

Bisnis semakin besar, perlu semakin tertib. Karena pebisnis membutuhkan catatan tersebut untuk keperluan pajak, keperluan mengambil kredit ke bank, atau sebagai bahan evaluasi bisnis anda secara berkala.

Diatas sudah dijelaskan enam tips memulai dan menjalankan bisnis. Tidak usah ragu melangkah. Yang penting dipersiapkan.

Indonesia butuh pengusaha sebanyak-banyaknya. Selamat melangkah. Sukses bersama anda.